- Welcome to Bungali's Expression. Join and be friend with me -+

Patut Dicoba untuk para Dosen atau Guru
Sunday, June 17, 2012 | 1:45 PM | 0 comments

Patut Dicoba untuk para Dosen atau Guru
Seperti kebiasaan mahasiswa lainnya, kami disini juga melakukan hal sama ketika akan memasuki kuliah hari pertama ( pertamax gan) . Sebelum kita masuk kelas dengan dosen yang baru, tidak ada salahnya atau bahkan perlu jika kita mencari informasi tentang dosen tersebut. Kami gencar mencari informasi tentang bagaimana cara beliau mengajar, apa yang membuat beliau marah, bagaimana sistem penilaiannya, dan lain lain sampai hal yang sakral seperti “pernahkah dosen tersebut men-DO mahasiswa?” hihi.
Dosen yang akan saya ceritakan kali ini adalah dosen Bahasa Inggris. Beliau bukan dosen tetap di STIS, melainkan beliau adalah pegawai BPS yang diberi tugas untuk mengajar di tempat saya.
Seperti biasa, “good afternoon everybody” begitu sapa dosen saya yang mengaku namanya adalah Iswadi.
Beliau bercerita kalau beliau pernah bersekolah di UGM dan Universitas di Australia yang membuat namanya terlihat sangat pendek jika dibandingkan dengan gelar yang ia dapat ketika bersekolah di Australia. Beliau mendapat gelar S.Si ketika lulus dari UGM dan melanjutkan kuliah di Australia
¾sampai saat ini saya belum tahu apakah beliau bersekolah disana dengan biaya sendiri atau mendapatkan beasiswa¾ yang kemudian mendapat gelar  M.NatResEcon
yang seingat saya itu adalah kependekan dari Master of Natural Resource Economic. Selain itu beliau juga bekerja di BPS di bagian RiceCorpNature. Sama sekali tidak ada pendidikan bahasa inggris yang beliau tekuni.
Begitu cerita singkat tentang dosen saya. Kemudia beliau berkata, beliau akan mencoba cara perkenalan  yang berbeda.
Dan kami mahasiswa yang sedari tadi tak melepaskan sedetikpun pandangan mata kami ke dosen itu pun tak sabar menunggu cara apa yang bakal beliau pakai.
Inilah cara perkenalan yang beliau lakukan dan menurut saya patut dicoba untuk para dosen dan guru karena cara ini sangat menghibur, membuat jantung berdegub, dan melatih kepekaan kita. Itulah sebabnya kenapa cara ini patut dicoba karena hasilnya akan meninggalkan bekas yang tidak mudah hilang dari pikiran kita. Sampai saat ini saja saya bisa ingat tentang dosen tersebut. Padahal jarang sekali saya mengingat-ingat tentang biodata dosen.
Berikut metode perkenalan yang digunakan oleh dosen saya, Bapak Iswadi, S.Si, M.NatResCon.
1.  Sengaja beliau tidak memperkenalkan dirinya lebih dalam. Beliau hanya bercerita tentang riwayat pendidikan dan profesi yang sekarang sedang diembannya.
2. Beliau meminta dua orang tim yang satu tim terdiri dari dua orang yang kemudian bertindak seolah-olah mereka adalah bapak Iswadi dan sekertaris pribadinya.
3. Beliau meminta mahasiswa lain (selain 4 mahasiswa tadi) untuk memberi pertanyaan yang mengupas tuntas tentang dirinya.
4. Dan dua tim tadi, sekertaris menulis point pertanyaan dan jawaban yang dilontarkan dari anggota kelas. Dan sang bos atau mahasiswa tim yang bertugas seolah-olah ia adalah Bapak Iswadi bebas menjawab pertanyaan itu. Dengan perkiraan yang pas tentunya agar tidak memlenceng terlalu jauh dari jawaban sebenarnya yang akan dibeberkan di session akhir.
5. Berikut Beberapa pertanyaan dan jawaban yang berhasil ditulis oleh kedua sekertaris itu.
Pertanyaan :
1. How old are you ?
2. What is your favourite food ?
3. What is your favourite colour ?
4. What is your favourite artist ?
5. What is your hobby ?
6. Where do you live ?
7. How many daughter do you have ?
8. How many son do you have ?
9. How many televission do you have in your home ?
10. How long do you have a relationship with your girlfriend before get married ?
11. When do you get married ?
12. Where is your room in STIS ?
13. What is your divission in BPS ?
14. What is your extracuriculer do you take when you was in High School ?
15. How old is your wife ?
 Itu adalah beberapa pertanyaan yang diajukan oleh anggota kelas. Ada 22 pertanyaan. Tapi yang dapat saya tulis hanya 15 pertanyaan. Sebenarnya saat itu saya ingin bertanya “How manytimes do you go to barbershop in a month?” hehe, tapi tidak dapet  giliran.
Nah, dari pertanyaan – pertanyaan tersebut ada yang jawabannya tepat, ada yang melenceng jauh ada juga yang tidak bisa dijawab karena tidak punya bayangan samasekali.
Dengan metode seperti itu, kita bisa melatih kepaekaan kita terhadap orang lain karena kita berusaha mengenalnya atau lebih tepatnya sotoy tentang orang lain agar kita bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan itu. Lebih tepatnya kita diajak untuk melakukan estimasi. Hehehehe
Dan tidaklah merasa malu ketika bertanya. Karena kita bertanya pada teman sendiri. Berbeda ketika kita bertanya langsung kepada dosen perihal dirinya.
Itulah metode yang patut dicoba J
Semoga bermanfaat . hehe

Labels: ,


Older Post | Newer Post